Mahjong sebagai bagian dari terapi okupasi

Saya melakukan kegiatan bermain mahjong bersama seorang pasien yang sedang menjalani rehabilitasi setelah mengalami patah tulang pada kedua lengan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih gerakan tangan sekaligus melatih fungsi kognitif. Dengan menyusun dan memegang ubin mahjong serta memikirkan strategi permainan, secara alami gerakan jari dan konsentrasi pasien dapat terstimulasi.

Ternyata, pasien ini memang memiliki hobi bermain mahjong sebelumnya, sehingga sejak awal beliau sangat antusias untuk berpartisipasi.

Beliau juga terlihat tersenyum dan berkata, “Sudah lama tidak bermain, rasanya menyenangkan,” sehingga suasana yang tercipta bukan hanya sekadar rehabilitasi, tetapi juga menghadirkan momen yang terasa hangat dan penuh nostalgia.

Melalui pengalaman ini, saya kembali menyadari pentingnya melakukan kegiatan yang dapat dinikmati sambil menjalani proses rehabilitasi.